Jadikan Anak Konsumen yang Cerdas

No comment 83 views

anakANDA dan si kecil tak bisa bebas dari iklan di televisi. Berikan pemahaman sejak dini pada anak tentang iklan agar mereka jadi konsumen yang cerdas.

Setiap hari kita terus-menerus dibanjiri oleh iklan tentang keunggulan suatu produk, mainan terbaru, dan sebagainya. Iya, iklan memang menyimpan suatu misi. Iya, iklan memang memungkinkan stasiun televisi bisa eksis. Namun, tidak berarti kita harus terima bulat-bulat.

Sebagai orangtua, Anda berfungsi sebagai penyaring anak-anak saat memerhatikan iklan. Demikian seperti okezone kutip dari Sheknows.

Kebutuhan atau keinginan

Langkah pertama menjadikan anak konsumen yang cerdas adalah dengan menanyakan pertanyaan sederhana saat mereka melihat sebuah iklan produk yang mungkin disukainya. Misal, camilan itu sesuatu yang kamu butuhkan atau inginkan? Jika si kecil mengatakan butuh camilan, maka susu tentu makanan yang ingin Anda katakan bahwa itu baik untuknya.

Lalu, apakah Anda harus mengabulkan keinginannya untuk membeli cokelat? Tentu tidak. Bolehkah sesekali minum susu cokelat? Tentu. Dan percakapan berlanjut dari sana.

Ngobrol-tentu dengan menggunakan istilah-istilah sederhana-tentang bagaimana iklan bisa membuat kita tahu suatu produk, yang mana sebagian baik untuk kita, dan sebagian lainnya buruk.

Katakan padanya, kita harus jeli melihat tawaran iklan, pertimbangkan baik-baik keuntungan yang didapat dan harga yang harus dibayar. Percakapan semacam ini akan membuat anak cerdas menyikapi iklan.

Menikmati iklan sebagai bentuk seni

Sementara untuk si kakak, sepertinya dia sudah cerdas menyikapi iklan. Dia bahkan sudah bisa menikmati iklan sebagai bentuk seni yang bagus.

Iklan itu sendiri pada dasarnya menuntut kerja sama orang-orang cerdas dan kreatif hingga bisa membuat kita terbuai rayuannya dan rela mengeluarkan sejumlah uang. Terkadang kita bisa menghargai hal itu, tapi lama-kelamaan juga akan muak.

Mengajarkan anak tentang mengapa dan bagaimana iklan itu adalah langkah awal menjadikannya konsumen yang cerdas. Semakin dini mereka memahami berbagai alasan dan metode pembuatan iklan, maka semakin cerdas mereka menyikapi iklan dari sudut pandang lain.

Kita tidak secara ekstrim melarang anak-anak untuk menonton iklan-karena memang tak bisa dihindari-tapi setidaknya kita bisa membantu mereka memahami apa yang sedang mereka lihat.
Sumber : Okezone