Konsumen Purnajual Otomotif Masih Minim

No comment 94 views

AX932845SURABAYA – Kesadaran konsumen otomotif untuk memperbaiki kendaraan mereka di bengkel layanan masih rendah. Kondisi inilah yang menyebabkan layanan purnajual pebisnis otomotif di tanah air masih minim peminat.

Head Regional Office Jatim Plus PT Astra International Tbk-Astra World, Victoria Surjani Hadi menjelaskan, hal tersebut memang terdengar aneh. Padahal, saat ini layanan purna jual dianggap sebagai jaminan mutu dari sebuah merek kendaraan,

Surjani menyebut, dari 64.000-an kendaraan yang dijual Grup Astra dan yang beredar di Jatim, hanya 20 persen yang pernah memanfaatkan layanan purna jualnya. “Penyebab lain juga karena masih rendahnya akses pengguna kendaraan terhadap layanan purna jual. Bahkan, banyak dari konsumen yang masih belum punya kesadaran di bidang otomotif,” katanya.

Dia menjelaskan, ketika mobil atau kendaraan seseorang mogok, baru bingung mencari buku panduan atau call centre. Padahal, layanan purna jual kendaraan di Indonesia secara umum sudah cukup bagus dan modern. Fenomena ini, tambah dia, cukup menjadi tolok ukur tingkat kesadaran masyarakat secara nasional terhadap kegiatan berkendara. “Apalagi, Jatim Plus sejak dulu menjadi pasar terbesar kedua setelah Jakarta. Jadi cukup juga mewakili terhadap pasar nasional,” tuturnya.

Astra World sendiri telah menyiapkan 8 layanan yang dapat diketahui oleh semua konsumen Grup Astra dalam situsnya. Yakni ERA (Emergency Roadside Assistance) yang menyediakan mobil derek dengan layanan 24 jam, serta SHOW (Service History on Web). “Dengan SHOW, semua costumer bisa tahu riwayat servis mobil dan apa saja yang telah diganti. Ini berlaku jika konsumen Grup Astra menyerviskan di bengkel-bengkel resmi Grup Astra,” katanya.

Dia menambahkan dengan konsep ini, pihaknya berharap konsumen tidak membeli kendaraan di luar Grup Astra. Saat ini, Astra menjual lima merek mobil di Indonesia yakni, Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, BMW. Mengenai penjualan di Jatim, Victoria menyebut Toyota adalah penyumbang tertinggi dalam grup. “Kontribusinya mencapai 65 persen dari total penjualan Grup Astra,” tuturnya. (jawapos)