Rawan Muncul Percaloan Baru

No comment 71 views
ilustrasi foto : tempo

ilustrasi foto : tempo

Rencana penutupan konter penjualan tiket di Bandara Juanda mulai 15 Maret 2015 menimbulkan sorotan. Sebab, belum ada solusi bagi pengguna jasa yang masih buta teknologi. Mereka dikhawatirkan tidak memahami reservasi online yang ditawarkan maskapai.

Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur bahkan menilai kebijakan itu dapat memunculkan modus percaloan baru.

Percaloanbaru yang dimaksud adalah kongkalikong antara petugas layanan konsumen dan oknum maskapai yang menangani proses ticketing.? Pada saat injury time, tariff bias dipermainkan melebihi harga resmi atau batas atas.

Sebagaimana diberitakan, mulai akhir pecan nanti ruangan-ruangan yang digunakan maskapai menjual tiket dialihfungsikan menjadi tempat pelayanan konsumen masing-masing maskapai. ”Yang? dibutuhkan konsumen adalah keterbukaan informasi berupa ketersediaan tiket dan tarif yang berlaku sesuai aturan pemerintah,”? ungkap Ketua YLPK Jatim Said Sutomo kemarin (8/3).

Menurut dia, selama ini belum ada keberanian pemerintah menginstruksi maskapai memublikasikan update jumlah kursi yang tersedia sesuai dengan tujuan dan waktu keberangkatan. Said lantas membandingkan dengan PT KeretaApi Indonesia (KAI) yang lebih terbuka karena mengumumkan status kursi terkini sejak 2010.

Said menjelaskan keterbukaan lain berupa informasi tariff batas atas penerbangan komersial pesawat kelas ekonomi berjadwal. Perhitungan tariff batas atas tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan (PM) Nomor 51 Tahun 2014. Meski setiap jurusan penerbangan sudah ditetapkan, belum ada informasi tarif yang dipasang sebagaimana angkutan ekonomi moda lain, seperti bus antarkota.

Terkait dengan kritik Said, manajemen Angkasa Pura (AP) 1 Juanda masih menggodok rumusan yang win-win solution. ”Kami tetap melaksanakan perintah menteri perhubungan dengan memperhatikan suara atau aspirasi yang berkembang,” terang General Manager AP 1 JuandaTrikoraHarjo.

Manajer Operasi AP 1 Juanda Haruman Sulaksono mengakui adanya tudingan bahwa penutupan konter penjualan tiket pada medio Maret itu dikejar target manajemen. Sejatinya, agenda peniadaan konter tiket sebagaimana revisi target Kemenhub berlaku awal Mei. ”Sambil berjalanakan kami lakukan penyempurnaan,” tegasnya. (sumber : Jawapos 9/3/2015)