Tarif Terlalu Rendah, Pelayanan KA Buruk

No comment 88 views
 Lima dari 18 gerbong kereta api pengangkut bahan bakar minyak tanpa muatan, Rabu (23/9), terguling di 200 meter sebelah utara Stasiun Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Kereta api itu terguling setelah menabrak ruko di depannya. Diduga rem kereta blong. Akibat kejadian ini, 11 orang luka-luka dan 1 orang tewas.

gerbong terguling

Buruknya pelayanan kereta api ekonomi tidak lepas dari rendahnya tarif yang diberlakukan selama ini. Oleh karena itu, pemerintah dituntut membuat terobosan kebijakan, antara lain, dengan menaikkan tarif kereta api.

Demikian dikatakan pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sudaryatmo, Senin (2/11) di Jakarta. ”Sudah waktunya tarif kereta api (KA) ekonomi ditinjau ulang. Apalagi, selama bertahun-tahun, tarif tak naik, tetapi malah turun,” ujarnya.

Sudaryatmo menegaskan, layanan KA ekonomi buruk karena biaya pemeliharaan kurang, belum lagi terbatasnya dana untuk membeli sarana.

Akibatnya, KA juga sering telat, mogok, hingga penumpang selalu berdesak-desakan. ”Kondisi itu terjadi karena alokasi dana subsidi bagi angkutan kereta api ekonomi tak pernah sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Tahun ini, pemerintah memberi dana subsidi (public service obligation) untuk KA ekonomi Rp 535 miliar. Berdasarkan catatan Kompas, realisasi pengeluaran PT KA untuk KA ekonomi tak pernah di bawah Rp 600 miliar dalam tiga tahun terakhir.

Tarif KRL ekonomi Jakarta-Bogor hanya Rp 2.000 per orang. ”Lebih murah dari ongkos angkutan perkotaan,” kata pengamat transportasi, Rudy Thehamihardja.

Harga tiket KA ekonomi Bandung-Surabaya Rp 30.000 per orang, atau setengah dari harga tiket bus ekonomi rute yang sama sebesar Rp 60.000 per orang.  (Kompas)