Tips Menjadi konsumen Cerdas

No comment 90 views

konsumenAkhir-akhir banyak makanan yang beredar dijajakan di pasar yang kita kira sehat untuk dikonsumsi ternyata mengandung formalin atau borak untuk bahan pengawetnya. Penyalahgunaan kedua bahan berbahaya itu makin menyadarkan kita agar berhati-hati dalam memilih makanan, khususnya para ibu rumah tangga dalam memilih makanan yang aman untuk putra-putrinya.

Disisi lain, YLPK Jatim dalam tahun 2014 ini banyak menerima pengaduan konsumen tentang masalah KPR (Kredit Perumahan Rakyat) dan asuransi yang diikat dengan perjanjian berupa klausula baku yang menyesatkan konsumen. Untuk itu, jadilah konsumen yang cerdas dengan mempertajam kepekaan indera dan pikiran kita. Jika tidak mampu bersikap cerdas, minimal bersikaplah cerewet demi mendapatkan produk barang dan/atau jasa yang terbaik di antara yang baik dan sehat untuk dikonsumsi.

Oleh karenanya, dalam setiap akan membeli produk barang dan/atau jasa utamakan bahwa barang dan/atau jasa tersebut memang menjadi kebutuhan bukan karena keinginan. Karena, dasar keinginan itu seringkali mengurangi kepekaan indra dan kecerdasan konsumen.

Inilah beberapa tips membali produk makanan atau barang/jasa yang ditawarkan di pasar:

??? Amati warna makanan: Apakah makanan itu warna-warni, jika terlalu mencolok? atau berbeda jauh dari warna aslinya, maka waspadalah bahwa pewarna yang dipakai itu akan mengganggu kesehatan. Kerupuk, mi, es krim, dan aneka camilan yang warnanya terlalu mencolok umpamanya, patut dicurigai telah ditambah pewarna yang tak aman untuk dikonsumsi.

??? Perhatikan kesegarannya: Jika barang yang akan kita beli itu berupa makanan yang sudah berjamur, maka menandakan proses pengawetannya tidak berjalan sempurna atau makanan tersebut sudah kadaluwarsa. Urungkan untuk membelinya meskipun tampaknya sangat menarik dan mengundang selera.

????? Cicipi rasanya: Kepekaan lidah kita cerdas, mampu membedakan makanan yang aman dan tidak. Makanan yang tidak aman umumnya berasa tajam, misalnya sangat gurih. Tekstur makanan yang tidak wajar, misalnya terlalu padat atau kenyal. Jangan terkecoh karena kegurihannya dan kekenyalannya.

?? Baui aromanya: Cium lebih sulu. Jika berbau tengik maka pertanda makanan tersebut sudah rusak atau terkontaminasi mikro-organisme.

??? Untuk makanan kemasan: Jika sedang berbelanja produk makanan kemasan di pasar modern atau di toko eceran lainnya, lebih dulu baca komposisinya, tanggal kadaluwarsanya, dan baca komposisinya: adakah kandungan bahan-bahan makanan tambahan yang berbahaya (dengan kategori tidak dilarang).

??? Cermati lebel produk pangan: Apakah sudah memperoleh ijin Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebagai otoritas resmi pengawasan pangan di Indonesia? Apakah termasuk produk barang, makanan dan minuman yang diwajibkan mencantumkan label SNI? Contohnya mainan anak-anak dan minyak goreng sawit kemasan sekarang wajib mencantumkan label SNI.

?? Cermati klausula baku: Jika akan menandatangani suatu perjanjian jual beli rumah KPR/apartemen, akad perjanjian asuransi dan lainnya pastikan lebih: Apakah setiap aturan atau ketentuan dan syarat?syarat yang telah dipersiapkan dan ditetapkan terlebih dahulu secara sepihak oleh pelaku usaha yang dituangkan dalam suatu dokumen dan/atau perjanjian yang mengikat dan wajib dipenuhi oleh konsumen telah disesuiakan dengan UU No. 8/1999 Tentang Perlindungan Konsumen? Jika belum, maka isi klausula baku tersebut batal demi hukum.

M. Said Sutomo

Ketua YLPK Jawa Timur