Waspada SPG Gadungan

No comment 33 views
ilustrasi

ilustrasi

YLPK Jatim yang terhormat. Perkenankan saya nama Krismanto. Pertanyaan saya sangat personal sifatnya. Seharusnya tidak saya adukan melalui lembaga resmi seperti ini. Saya gak mau ribet, ruwet! Gini Ibu/Bapak, awal mulanya saya kenal sama SPG (Sales Promotion Girl) freelance.

Dia mengaku masih gadis. Ternyata belakangan saya ketahui, saya cuma dibuat target penjualan semu. Ia mengaku bernama CHR. Saya pacaran dengannya berjalan 8 bulan. Ternyata nama aslinya SRTN. Terus saya dikenalkan dengan temannya yang lain lagi mengaku namanya MAYA. Saya sebenarnya kasihan awalnya. Ia mengaku di Surabaya tidak punya saudara.

Selang beberapa bulan saya tidak beli produknya. Kemudian saya telepon, saya dimaki-maki tanpa sebab, kemudian hp-nya dimatikan. Saya baru tahu kalau saya cuma dipelorotin. Dia, disamping jual produk, dia juga cari mangsa untuk dipelorotin dengan modal wajah cantik moleknya. Terus satu lagi, dia setelah saya selidiki cuma tamatan SD (Sekolah Dasar). Pakai ijasah palsu untuk melamar jadi SPG. Sebetulnya saya kasihan sama dia. Andai ada ucapan terima kasih atau kata minta maaf sudah cukup buat saya. Tapi malah mengutarakan dengan kata-kata tidak sopan via hp-nya.

Mudah-mudahan unek-unek personal saya ini tidak menambah korban orang lain. Karena dia menjadi SPG freelance dengan memakai seragam sebuah produk tertentu sambil menipu. Sebetulnya saya tidak mau rebut-ribut sama dia, tapi SPG semacam dia adalah SPG yang tidak punya etiket baik sama sekali. Terus kalau ada korban lainnya bagaimana
Dari: krismanto

Krismanto ysh.

Pertama, kami mengucapkan terima karena anda telah menghubungi kami. Kedua, kami mengucapkan sangat priharin jika anda hanya tertarik pada cantik moleknya penjaja atau penjualnya tapi bukan pada kualitas produk barang yang ditawarkan. Ketiga, kami mengingatkan kepada semua masyarakat konsumen, jangan sampai mempunyai penilaian setiap penawaran barang dan/atau jasa dengan memakai jasa SPG seperti anda karena kewaspadaan konsumen secara serta merta menjadi hilang dan akhirnya mudah ditipudaya. Contohnya anda sendri. Mudah-mudahan ini pengalaman anda yang terakhir dan tidak menimpa konsumen lainnya. Keempat, kami mengucapkan terima kasih anda telah menyampaikannya secara terbuka sehingga dapat memberikan peringatan kepada konsumen lainnya jangan mudah tertipu oleh para pejaja barang yang berparas cantik molek. Karena mungkin saja cara itu digunakan untuk menutupi kelemahan tersimbunyi yang ada pada produk barang dan/atau jasa yang ditawarkan.

Sedangkan masalah lainnya kami tidak bisa menjawab karena bukan domain kami.

Salam kami: Teliti sebelum beli, waspada sebelum bayar!

www.ylpkjatim.or.id,

Said Sutomo