Berbagai kalangan mendesak Pemprov Jawa Timur (Dinas Perhubungan) untuk menindak tegas dengan mencabut izin Perusahaan Otobus (PO) Sumber Kencono.
Perusahaan Otobus Diminta Hentikan Target Setoran
Yayasan Lembaga Perlindungan Konsumen (YLPK) Jawa Timur, meminta perusahaan otobus (PO) menyetop sistem target setoran. Musababnya, sistem itu disinyalir menjadi penyebab beragam
Target Setoran, Penyebab Sopir Bus Ngebut
Keharusan menyetor dengan besaran tertentu, diyakini sebagai salah satu pemicu sering terjadinya kecelakaan lalu lintas yang melibatkan angkutan umum, terutama bus dengan
YLPK Desak Izin Usaha Sumber Kencono Dicabut
Adanya kecelakaan maut dengan enam korban jiwa yang terjadi di jalan raya Surabaya-Madiun oleh bus Sumber Kencono membuat geram Yayasan Lembaga Perlindungan
Pemerintah Abaikan Transportasi Laut
Sekalipun musibah di laut terus berulang, upaya kongkret dari pemerintah untuk menata si stem transportasi laut nasional yang sistematis, efektif dan efisien
Soal Transportasi, Kusut dari Hulu ke Hilir
Mengatasi kebobrokan angkutan umum hampir seperti menguraikan benang kusut karena pelanggaran aturan dilakukan bersama-sama dan bersifat laten. Satu-satunya jalan keluar adalah menghentikan
Soal Transportasi Pelik
Angkutan umum di Jakarta masih didera sejumlah persoalan. Berdasarkan survei yang diselenggarakan Direktorat Bina Sistem Transportasi Perkotaan Kementerian Perhubungan tahun 2011, persoalan
Kebutuhan Transportasi Publik di Kota Surabaya
Sistem transportasi publik di suatu kota merupakan cermin awal baik-buruknya tata kelola sebuah pemerintahan kota. Namun sebaik apa pun sebuah sistem tata
YLPK Jatim : Izin Trayek Sumber Kencono Harus Dicabut
Surabaya- Panjangnya deretan kecelakaan yang melibatkan bus Sumber Kencono membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) berang. Pihaknya menuding Pemprov Jatim melakukan pembiaran.
Mudik Lebaran 2011, Korban Jiwa dan Material Meningkat
Mudik menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia menjelang Hari Raya Idul Fitri. Begitu pula tahun ini, data Kementerian Perhubungan mencatat, setidaknya hingga H-1
- Sebelumnya
- 1
- …
- 3
- 4
- 5
- …
- 8
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
